Pertimbangan Peritel Saat Memilih Pusat Belanja

Pertimbangan Peritel Saat Memilih Pusat Belanja

Pemilihan mal bagi peritel lebih dari sekadar pertimbangan tarif sewa yang terjangkau atau tidak. 

Ada beberapa faktor lain seperti lokasi dan lalu lintas pengunjung di mal yang menjadi faktor utama para peritel memutuskan untuk membuka toko. 

"Melihat dari 40 cabang yang disurvei, bagaimana profile mal itu juga cukup berpengaruh," ujar Co-founder & CEO PT Puyo Indonesia Kreasi Adrian Agus saat Seminar dan Rakernas Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) di Jakarta, Kamis (12/4/2018). 

Sebagai produsen agar-agar merek Puyo, ia cenderung memilih mal dengan profil yang menyasar atau banyak dikunjungi keluarga. 

Selain itu, titik toko di dalam mal itu juga menentukan. Semakin tinggi lalu lalang di salah satu area mal, semakin tinggi pula ketertarikan Puyo membuka toko di sana. 
Sementara itu, pemilik Kafe Shirokuma Michelle Widjaja mengatakan, sebagai tenan, dirinya sangat mengutamakan hubungan baik dengan pengelola mal. 

"Jadi mal perlu apa, kita perlu apa, kita bisa kerja sama. Itu lebih bagus," sebut Michelle. 

Ia mencontohkan, misalnya di sebuah mal akan mengadakan pameran bertema Barbie. Michelle dapat bekerja sama dengan mal tersebut dengan menyediakan kafe bertema Barbie. 

Senada dengan Michelle, pemilik restoran Jepang, Abura Soba Yamatoten, Ian Hendarto mengatakan lebih memilih mal yang mampu mendatangkan pengunjung secara masif dan efektif. 

Menurut dia, setiap mal memiliki tipikal, keunikan, dan kekuatan tersendiri yang harus dimanfaatkan. 

"Sekarang banyak mal yang banyak mengadakan acara dan pengunjung banyak datang. Tapi tidak semua pengunjung itu akan belanja," jelas Ian. 

Ia menilai dengan mengadakan acara di mal yang sesuai dengan target pasar, maka baik pengelola mal maupun tenan akan diuntungkan dari kedatangan pengunjung. 

Selain itu, ia juga cenderung tertarik pada mal yang bisa berjalan bersama dengan tenan. 

Dalam hal ini, baik pengelola maupun tenan bisa saling memberi masukan terkait misalnya bagaimana kondisi pusat belanja dalam beberapa tahun ke depan dam apa saja yang bisa dilakukan kedua pihak.